Side of My Life

Welcome

Pages

I Am

Featured Listings

Name*

Email*

Message*

We Share
// highlight-line

- Love like you've never lived before, and Write like you've lived forever- Enchantée-

  • Home
  • Feature
  • _Media
  • _Investigasi
  • Resensi
  • _Buku
  • _Film
  • Duniasastra
  • Ceritakita

 Esai sudah di unggah di Instagram dengan akun @justmitha pada Senin, 24 Desember 2018

 
sumber foto : securitysbt.com

Komunikasi merupakan kebutuhan dasar manusia sebagai makhluk sosial. Komunikasi cenderung menjadi  persyaratan mutlak bagi kemajuannya, baik sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat. Semakin maju peradaban masyarakat, berkembanglah lalu lintas komunikasinya. Tatap muka sebagai medium komunikasi tingkat rendah, dirasakan tidak lagi memadai akibat perkembangan masyarakat. Maka, masyarakat  berusaha menemukan instrumen lain untuk media komunikasinya dan di antara media komunikasi itu adalah pers.

Menurut Rachmadi [1] dalam jurnal yang dituliskan oleh Ahmad Zaki, bahwa pers lahir dari kebutuhan rohaniah manusia, produk dari kehidupan manusia, produk kebudayaan manusia, dan hasil dari  perkembangan manusia. Keberadaan pers di Indonesia tidak dapat dipisahkan dari hubungan  bangsa Indonesia dengan Eropa, khususnya Belanda. Menilik sejarah jurnalistik di Indonesia berdasarkan perkembangannya, kita akan melihat bahwa jurnalistik Indonesia terbagi ke dalam 5 masa, masa penjajahan Belanda dan Jepang, masa kemerdekaan atau revolusi, masa demokrasi liberal, masa demokrasi terpimpin, masa orde baru, dan masa reformasi.

Praktik Jurnalisme Investigasi di Indonesia

Sebagaimana berkembangnya jurnalisme di Indonesia, begitupun dengan praktik jurnalisme investigasinya. Pelaksanaan jurnalisme investigatif di Indonesia dipengaruhi antara lain oleh sistem politik “keterbukaan dan kemerdekaan pers”. Hal ini, menurut septiawan Santana dalam bukunya Jurnalisme Investigasi, dapat dilihat misalnya dari sebuah catatan “pengantar” yang ditulis wartawan Indonesia untuk penerbitan kumpulan laporan investigatif yang dikerjakan majalanya.

Pelaporan jurnalisme investigatif dari pers Indonesia akhirnya selalu dikaitkan dengan suara politik yang “berisik dan mengganggu” kekuasaan. Kegiatan pers Indonesia di takut-takuti tindakan pembredelan penguasa. Namun, dalam kondisi seperti ini, jurnalisme investigatif masih ada yang mengerjakan.

Harian Indonesia Raya  misalnya menjadi salah satu media di Indonesia yang dinilai cukup fenomenal dalam pelaporan investigasinya. Koran yang dipimpin oleh Mochtar Lubis ini, mengangkat berbagai skandal besar seperti korupsi yang cukup besar di Pertamina, manipulasi diberbagai kementrian di pemerintahan, perwakilan diplomatic Indonesia di luar negri sampai pada peristiwa pernikahan diam-diam Presiden Soekarno dengan Hartini. 

Visi jurnalismenya saat itu mengambil konsep advocacy journalism, sebuah aliran baru dari New Journalism yang berkembang di Amerika Serikat tahun 1960-an, dengan format pemberitaan crusanding dalam materi liputannya.

Pada dasarnya berita penyidikan (investigatif reporting) merupakan perangkat teknik pelaporan surat kabar yang gaya pembeberan informasi amat terbuka, dengan mencantumkan atribut lengkap nama-nama terkait dengan subjek berita. 

Atmakusumah dalam buku Jurnalisme Investigasi oleh Septiawan Santana mengatakan, liputan investigatif mendefinisikan unsur skandal sebagai wahana pemberitaan investigasi. Nilai skandal, dengan berbagai faktor pelanggaran dan kejahatan hukumnya membedakan nilai berita regular dengan berita investigatif.

“Laporan investigasi di Indonesia belum menjadi suatu tradisi yang melembaga di tubuh pers” menurut kutipan Wina Armada (1993) dalam buku Septiawan. Dalam praktiknya, jurnalisme investigasi masih dianggap sebagai laporan mendalam dan sekadar teknik pencarian berita.  Dan Setiawan menambahkan, hambatan representasi jurnalisme investigasi itu sendiri dikarenakan peliputan investigatif yang memakan biaya tinggi dan menghabiskan proses yang amat panjang. Hasilnya bahkan tidak pasti ditemukan dengan tanggungan resiko, modal kuat dan keuletan serta kesabaran.

Spirit Jurnalisme Investigasi

Atas studi yang saya jabarkan sebelumnya, arah jurnalisme investigasi menjadi aliran yang masif di Indonesia dirasa masih belum bisa direpresentasikan. Dengan batasan dan penilaian yang kaku akan praktik jurnalisme investigasi, dan sikap nilai serta kerangka refrensi pokok masyarakat Indonesia belum cukup untuk menciptakan praktik investigasi yang sesuai.

Maka, sebagai landasan berfikir saya, yang saya dapati setelah mewawancarai seorang wartawan dan pengamat media adalah, adanya spirit untuk menjalankan praktik jurnalisme investigasi menjadi salah satu solusi yang baik dalam mempertahankan nilai sebuah berita. Praktik jurnalisme investigasi saya rasa mampu dijalankan semua pekerja pers di Indonesia dengan dasar tanggung jawab yang tinggi akan informasi, kejujuran dalam mengungkap subjek berita dan kronologi peristiwa, mengedepankan kepentingan public dan menjaga etika pemberitaan serta mendalam dalam mengupas suatu kasus menjadi ukuran dasar dalam membangun sebuah lembaga pers.

Setiap pekerja pers haruslah memiliki integritas sedemikian rupa dengan menitik beratkan kemampuannya mencapai ukuran dasar tersebut. Spirit jurnalisme investigasi bisa membantu membangkitkan semangat public untuk sadar dan peka terhadap lingkungan sekitar serta membangun kepercayaan serta citra yang baik bagi para pekerja pers. Apalagi, menanggapi kondisi perusahaan media di Indonesia saat ini yang integritasnya menurun karena dianggap publik telah terlibat oleh kepentingan penguasa. 

Memperbaiki sistem komunikasi dan pola pemikiran pekerja pers kita dari hulu ke hilir merupakan tanggung jawab bersama menjaga fungsi utama dilahirkannya pers dalam kehidupan manusia, yakni sebagai salah satu wadah berkomunikasi. Komunikasi yang kurang baik harus diperbaiki bukan hanya dari komunikan, tetapi juga melibatkan komunikator, medium, pesan serta respon keduanya. Demi terciptanya bangsa yang maju, maka kita harus bersama sama menciptakan komunikasi yang efektif bagi seluruh masyarakatnya.











DAFTAR PUSTAKA
E-Jurnal oleh Ahmad Zaki, “ Indonesia HIngga Terbentuknya Pers Nasional”, dalam Academia.edu
https://www.academia.edu/9344805/Indonesia_Hingga_Terbentuknya_Pers_Nasional
diakses pada minggu 23 desember 2018
Artikel oleh Ahazrina “Sejarah Jurnalistik di Indonesia dan Perkembangannya”, dalam www.pakarkomunikasi.com
https://pakarkomunikasi.com/sejarah-jurnalistik-di-indonesia diakses pada minggu 23 desember 2018
Santana K, Setiawan. 2004. Jurnalisme Investigasi.Jakarta : Yayasan Obor Indonesia


[1] E-Jurnal dalam Academia.edu, Ahmad Zaki, “Indonesia HIngga Terbentuknya Pers Nasional”.
  • 0 Comments

/www.streetgangs.com/pict 

Pada era millenial,  peralihan model bisnis dunia menjadi perhatian sejumlah kalangan pembisnis ulung bahkan pembisnis pemula. Regenerasi model bisnis menjadi sangat penting dalam memetakan peluang bisnis sesuai perkembangan zaman. Adakalanya menjadi hal lumrah jika hal yang pada mulanya kurang diminati justru berubah menjadi peluang bisnis yang sangat menjamin. Seperti halnya bisnis di media online. 
Pada mulanya, penggunaan media online hanya sebagai sarana untuk mengeksplorasi informasi secara global yang hanya digunakan sebagian besar kalangan elit. Media online lahir sebagai manifestasi globalisasi informasi yang berkembang pesat setelah memasuki tahun 2000-an. Penggunaan internet sebagai salah satu sarana untuk dapat ber-media online lambat laun berkembang tak hanya untuk kalangan elit saja, bahkan menjalar hingga kalangan menangah kebawah. Hal ini juga didukung atas perkembangan teknologi yang semakin canggih dan kian mudah dijangkau,  apalagi ketika media online mulai bertransformasi dalam bentuk baru menjadi "Social Media".  Bahkan, penyebaran informasi dan segala praktek kegiatan jurnalistik menjadi bagian daripada bisnis media online. Komersialisasi media menjadi rujukan pembisnis pemula dalam memulai debut karirnya di dunia bisnis.
Menurut Pakarkomunikasi.com dalam artikelnya yang menjelaskan tentang karakteristik media online, Media online atau biasa disebut juga sebagai digital media merupakan media informasi yang disajikan dengan menggunakan media dalam jaringan internet. Jika dibahasa Indonesiakan menjadi ‘media dalam jaringan’ atau orang bahasa menyebutnya sebagai ‘Media Daring’. Dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), istilah ‘daring’ merupakan singkatan dari frasa ‘dalam jaringan’ yang maksudnya adalah dalam jaringan internet.

Ada 15 karakteristik yang disebutkan pakarkomunikasi.com mengenai media online, yakni :

  1. Kapasitas Luas
  2. Informasi Lengkap
  3. Tanggapan / komentar
  4. Editing Naskah
  5. Publikasi
  6. Berita Basi dapat dibaca kapanpun
  7. Cepat Terakses
  8. Jangkauan Luas
  9. Aktual
  10. Pembaruan Berita
  11. Interaktif
  12. Tersimpan
  13. Saling Terhubung
  14. Konten Multimedia
  15. Link/Backlink

(Lebih lengkap baca : pakarkomunikasi.com/karakteristik-media-online)            

Nah, setelah mengetahui mengapa bisnis media online sangat diminati, terutama dikalangan remaja saat ini, kita perlu mengetahui bagaimana tahap-tahap menjajahi dunia bisnis media online mulai dari pembuatan sampai proses publikasi dan promosi konten kita di media online. 
1. Kuasai konten yang sesuai bidangmu
Menguasai bidang yang kita sukai dan melanjutkannya menjadi sebuah konten informasi yang dapat dikomersialkan adalah hal utama bagi seorang pembisnis. Kekayaan pengetahuan dan pengalaman menjadi tolak ukur bidang tersebut dapat kita kuasai. Seperti kebanyakan remaja masa kini yang menyukai kegiatan bertata rias atau make up cenderung akan menyukai bisnis kosmetik, baik barang atau review saja.
2. Tuangkan ide mu dalam media
Untuk saat ini, media online menjadi sarana terdepan dalam mengeksplorasi ide. Bahkan kegiatan bermedia online dapat menghasilkan keuntungan jika terus dikuasai dan ditindaklanjuti sesuai perkembangan arus informasi. Misal anda menyukai konten-konten mengenai produk kecantikan, kemudian anda mereview berbagai produk dengan memberikan penilaian kekurangan atau kelebihan berdasarkan pengalaman dan pengetahuan anda, maka hal ini disamping menyampaikan informasi, juga membantu orang memahami produk kecantikan tersebut tanpa harus membeli terlebih dahulu. 
 Berikut beberapa jenis Bisnis Media Online :
  • Affiliate Marketing
  • Reseller Reseller
  • Produk Informasi
  • Bisnis Iklan
  • Paid to Review 
  • Paid to Click
  • Jualan Link Memasang Link (Anchor text)
  • Toko Online
  • Content Writer
  • Jasa Online
  • Menjual website atau blog
  • Investasi Online
  • Domain Parking
3. Lakukan prosedur publikasi
Suatu ide atau konten yang menarik sekalipun tidak akan terlihat jika anda tidak melakukan proses publikasi. Publikasi menjadi bagian yang sangat penting dalam menunjang pemasaran informasimu kepada pengguna media online. Publikasi media online dapat berupa :
  • Sharing offline, yakni menggunakan media File dokumen/Software dalam drive atau folder, atau CD-ROM
  • Sharing online, yakni memanfaatkan media sosial atau situs dalam menyebar informasi, seperti  Facebook, twitter,LinkedIn dan lain sebagainya.
  • Menggunakan User-generated Content (UGC) untuk mempublikasikan secara terbuka segala jenis konten pengguna dalam sebuah sistem.



  • 7 Comments

GARIS PEMIKIRAN TOKOH BANGSA

Siti Masyithoh

 

Identitas Buku

Judul buku      : Tjokroaminoto- Guru Para Pendiri Bangsa

Penulis             : Tim Edisi khusus Tjokroaminoto (TEMPO)

Penerbit           : TEMPO

Cetakan           : kedua November 2015

Ukuran Buku  : 16 x 23 cm

Jumlah hal       : xiv + 146 halaman

Kategori          : Buku Biografi/ Non-Fiksi

ISBN- 13        : 978-979-91-0970-5


Tentang Buku

Edisi empat tokoh pahlawan besar yang diterbitkan oleh TEMPO ini merupakan buku biografi yang dibuat berdasarkan pendekatan jurnalistik yang mengulas tentang kisah panjang kehidupan politik, cinta dan ekonomi H.O.S Tjokroaminoto bersama 4 lelaki yang tinggal dibelakang rumahnya. Saya menemukan beberapa versi lain dari buku ini dalam mengisahkan biografi tokoh bangsa, yakni Soekarno, Hatta, Sjahrir, Tan Malaka, dan lainnya dengan penyajian yang berbeda.

Buku ini menjelaskan dan menggambarkan biografi H.O.S Tjokroaminoto beserta pemikirannya terhadap Bangsa Indonesia. Berawal dari perjalanan pendidikan Tjokro di sekolahan milik Belanda dan kedudukannya sebagai Patih di kesultanan, menjadikannya anak bangsawan dan mempertemukannya dengan istri pertamanya Soeharsikin. Dari pernikahannya dengan Soeharsikin, Tjokro dikaruniai 5 orang anak—Oetari, Oetarjo Anwar, Harsono, Islamiyah dan Sujud Ahmad. Kehidupan Tjokro dimulai ketika ia memberontak untuk meninggalkan kesultanan, melepas gelar kebangsawanannnya dan berkiprah pada pemikiran ideologisnya dengan segala perjuangannya. Pada awalnya, mertuanya sangat menolak hingga memisahkan Tjokro dengan istrinya. Namun, tak lama setelah Tjokro pergi meninggalkan Soeharsikin, Soeharsikin dikabarkan hamil dan membuat Tjokro kembali dan meluluhkan hati mertuanya.

Sejarah perpolitikan Tjokro terus berjalan. Tjokro memulainya dengan ikut serta sebagai anggota organisasi Sarekat Dagang Islam yang didirikan oleh H. Samanhoedi sebagai alat untuk melindungi para pembatik local agar mampu bersaing dan mendapat keamanan dari pembatik cina. Suatu ketika, Tjokro diperintahkan H. Samanhoedi untuk merancang Anggaran Dasar organisasi agar oraginsasi tersebut dapat diterima sebagai organisasi Nasional oleh pemerintah Belanda. Namun ia gagal. Tjokro tetap gigih hingga membuat namanya menjadi bagian penting setelah anggaran dasarnya diterima oleh Pemerintah Belanda. Lalu secara mandiri, Tjokro membangun organisasi ronda, Rekso Roemekso yang lahir juga atas dasar untuk melindungi para pembatik local dari keterpurukan. Karena pada akhirnya organisasi ini searah dengan ideologis islam-sosialis pada organisasi sebelumnya, Tjokro perlahan merubah haluan organisasi Sarekat Dagang Islam menjadi organisasi politik. Pada awalnya sempat mendapat penolakan, namun karena keseriusannya , Tjokro merubah ketenaran namanya melebihi Haji Samanhoedi sendiri sebagai pendiri Sarekat Dagang Islam.

Gang peneleh, tempat tinggal Tjokro menjadi sumber dialog-ideologi calon-calon pemimpin Bangsa ini. Para penghuni belakang rumah Tjokro kerap kali belajar dan berdiskusi dengan Tjokro. Tjokro selalu membiasakan berdiskusi dan membaca bagi para muridnya. Halu lalang orang-orang penting datang kekediaman Tjokro. Terkadang satu dua orang, bahkan bisa melebihi tiga orang. Selalu berganti. Merebahkan dasar ideologisnya dengan islamis-sosialis membuat H.O.S Tjokroaminoto sangat dikenal menjadi anti-militan. Bahkan untuk mendukung tujuan ideologis dalam organisasi tersebut, Tjokro pula meminta bantuan kepada keturunan Arab. Namun ada saja halang rintangnya. Semaoen sebagai salah satu anggota yang tidak suka dengan Tjokro selalu berusaha membuat aksi radikal yang tidak disenangi pemerintah Belanda. Hingga pada akhirnya mereka semua dipenjarakan, termasuk Tjokroaminoto.

Empat pendiri bangsa, Soekarno, Kartosoewirjo, Musso, dan Tan Malaka menjadi bukti nyata keterlibatan pemikiran Tjokro yang sangat mendalam. Soekarno berkembang menjadi orator sekaligus pemikir yang cerdas, yang mampu memperjuangkan kemerdekaan untuk Indonesia. Namun haluan ideologisnya berubah menjadi pan-islamisme. Lain hal dengan Kartosoewirjo. Ia merubah haluan pemikirannya atas rasa kekecewaannya terhadap perjanjian renville. Ia berusaha membangun Negara Islam Indonesia. Haluan ini bertentangan betul dengan Soekarno. Perbuatannya yang mengkhianati Negara berujung menjadi akhir hidupnya yang tragis. Ia harus dihukum mati karena dianggap membahayakan persatuan dan kesatuan Bangsa Indonesia.

 Lain hal pula dengan Tan Malaka. Tjokro dan Tan Malaka bertemu dalam sebuah pertemuan. Tan Malaka yang merasa kagum dengan pemikiran dan gaya berbicara Tjokro mulai mempelajari jejak kehidupan Tjokro. Namun seiring berjalannya waktu, Tan Malaka merasa ideologi Tjokro tidak sejalan keseluruhan dengan pemikiran Tan Malaka. Hal ini yang membuat Tan Malaka merubah haluan politiknya. Lain lagi dengan Musso. Musoo adalah anak muda Sarekat Dagang Islam, yang lambat laun merubah namanya menjadi Sarekat Islam. Awalnya memang Musso pro-dengan Tjokroaminoto -Agoes Salim-Abdoel Moeis. Namun karena proses pembelajaran dan pengasahan diri Musso berjauhan dengan Tjokro yang dikabarkan Musso tidak tinggal dibelakang rumah Tjokro lantaran rumanhnya yang terlalu sempit, menyebabkan pertemuan Musso dengan lawan politik Tjokro, Sarekat Islam Merah atau disingkat SI Merah. Disini lah Musso yang awalnya menjadi murid Tjokro, justru menjadi otak dari penyingkiran Tjokro di Sarekat Islam. Tjokro dituduh menggunakan anggaran organisasi untuk kepentingan pribadi, dan beberapa issu lainnya.

Pada akhirnya, buku ini menjelaskan inilah yang menjadi kenyataan ke-4 tokoh bangsa ini. Berasal atau bermuara pada satu guru, tidak membuat semua muridnya memiliki haluan ideologis politik yang sama. Namun tujuan ke-4 muridnya ini akan tetap sama dengan Tjokroaminoto, yakni sama-sama berjuang demi kepentingan Bangsa dan Tanah Air Indonesia.



Penilaian Buku

Kelebihan Buku

Secara fisik, buku ini disajikan dengan cover yang menampilkan gambaran siluet tokoh Tjokroaminoto, menggambarkan fisik yang modern tapi tetap mengandung sejarah yang jelas. Material kertas yang digunakan menggunakan jenis kertas bookpaper yang lebih ringan dan ramah dan nyaman untuk penglihatan pembaca karena warnanya yang agak cream-kuning, tidak putih seperti HVS. Jumlah halaman juga tidak terlalu banyak, jadi ringan untuk dibawa kemana-mana. Ukuran buku normal seperti buku tugas sekolah/binder.

Secara isinya, buku ini bagus karena menggunakan pendekatan Jurnalistik. Selain menghindari adanya keberpihakan penulis buku terhadap tokoh, dengan pendekatan ini, kita sebagai pembaca mampu melihat secara objektif sesuai dengan pendapat-pendapat tokoh yang terlibat , sejarawan, dan fakta sejarah dalam buku ini. Bab-bab yang disajikan juga terstruktur dari awal tokoh lahir sampai ia wafat. Buku ini juga menarik karena disisipkan dengan foto-foto tokoh dan lokasi cerita. Dilengkapi dengan bahasa yang mudah diserap, tidak bertele-tele dan terkadang terselip guyonan tokoh dan  keluarganya , atau yang bersangkutan menanggapi kisah Tjokro yang diulas kembali. Menjelaskan dengan detail kondisi tempat sejarah ini terjadi, seperti kediaman Tjokro saat ini, tempat berkumpulnya organisasi dan bahkan tentang kisah cinta Soeharsikin kepada Tjokro. Bacaan seperti ini tidak akan membuat bosan pembaca yang tidak suka sejarah karena ringkas, jelas ,padat dan terstruktur rapi.



Kekurangan Buku

Secara fisik, kekurangan buku ini adalah pada beberapa kertas dibuku yang saya baca ini, terdapat kecacatan pemotongan kertas buku, ada kertas yang lebih pada beberapa halaman. Namun tidak jadi masalah terhadap isi buku. Karena saya membaca buku yang sudah tersedia di Perpustakaan kampus, bagi anda yang ingin membeli buku ini, ketahuilah kecacatan ini tidak bisa kita ketahui kalau belum membuka cover plastik buku saat membeli.

Secara isinya, sebagai buku sejarah biografi, buku ini terkesan kurang valid sebagai bahan referensi tunggal, karena memang penyajiannya yang ringkas dan menggunakan pendekatan jurnalistik yang lebih to the point, membuat buku ini dirasa belum cukup. Dan koreksi karena menggunakan pendekatan jurnalistik, akan lebih baik jika seluruh dokumentasi dilengkapi dengan tanggal dan tahun dokumentasi, tidak hanya sebagian, agar pembaca dapat menganalisis dengan baik sesuai dengan waktu pendokumentasian. Pengutipan dari sejarawan kurang banyak sehingga terkesan kutipan bukunya berulang-ulang.





Saran/Rekomendasi

            Menurut saya, buku ini sangat cocok bagi pembaca bacaan biografi pemula untuk melatih rangsangan berfikir objektif-subjektif terhadap suatu sejarah tokoh dan pemikirannya. Walaupun bahasanya tidak baku, namun tidak disarankan untuk anak-anak – usia 15 tahun, lebih ditujukan kepada remaja-dewasa , terutama mahasiswa, karena menggunakan beberapa bahasa ilmiah, historis,dan teoritis. Varian buku yang diterbitkan Tempo ini akan memudahkan pembaca dalam membaca sejarah dan pemikiran tokoh secara garis besar. Jika berminat mendalami, maka bacalah buku biografi yang ditulis oleh penulis yang khusus menulis tentang biografi/pemikiran tokoh yang bersangkutan.
  • 5 Comments

Where We Now

Where We Now
Indonesia

Follow Us

  • mithamasyithoh
  • mmitaaa_
  • MithaMasyithoh

recent posts

Labels

BELAJAR DARI CORONA BIOGRAFI BISNIS BISNIS MEDIA BISNIS MEDIA ONLINE ceritakita cerpen DISTRIBUSI duniasastra FILM Genbi UIN Jakarta GENDER INDONESIA INFORMASI JURNALISTIK kisahfiksi MEDIA MEDIA ONLINE MEDIA SOSIAL MESIR NAWAL EL-SADAWI ONLINE PANDEMI COVID-19 PEREMPUAN PEREMPUAN DI TITIK NOL PUISI RAMADHAN RESENSI RESENSI BUKU RESENSI FILM TOKOH PAHLAWAN

Blog Archieve

  • ►  2022 (1)
    • ►  April (1)
  • ►  2020 (4)
    • ►  June (1)
    • ►  May (3)
  • ▼  2018 (3)
    • ▼  December (1)
      • MENGEJAWANTAHKAN SPIRIT JURNALISME INVESTIGASI DAL...
    • ►  May (2)
      • MEMBANGUN BISNIS MEDIA ONLINE
      • Resensi Buku HOS Tjokroaminoto
  • ►  2017 (6)
    • ►  September (2)
    • ►  August (4)

Report Abuse

About Me

My photo
matapandaa98.blogspot.co.id
Depok, Jawa Barat, Indonesia
View my complete profile

Popular

  • Resensi Buku HOS Tjokroaminoto
    Resensi Buku HOS Tjokroaminoto
    GARIS PEMIKIRAN TOKOH BANGSA Siti Masyithoh   Identitas Buku Judul buku      : Tjokroaminoto- Guru Para Pendiri Bangsa ...
  • MEMBANGUN BISNIS MEDIA ONLINE
    MEMBANGUN BISNIS MEDIA ONLINE
    /www.streetgangs.com/pict   Pada era millenial,  peralihan model bisnis dunia menjadi perhatian sejumlah kalangan pembisnis ulun...
  • Puisi- Jalan Buntu
    aku mengais dalam dalam seluruh permukaan yg ada di semesta alam aku merauk dengan sigap menanti setiap kesempatan akan berakhir ba...
  • (no title)
    (no title)
    Menikmati Rasa Bosan (Tulisan berjudul asli "Seni Menerima Kebosanan" ini dibuat saat mengikuti ajang menulis inspirasi Genbi ...
  • Puisi- Pak, Masihkah Kita Punya Waktu?
    Ramadhan datangnya setahun sekali Hanya satu bulan 30 hari, kadang 29 hari Diisi dengan berbagai ritual, macam-macam kebajikan  d...

instagram

Created By ThemeXpose | Distributed By Blogger

Back to top